Ketika sains menuntut realita, batin hanya butuh keyakinan? Free Premium ebook original

Tidak semua yang terasa benar, benar adanya.
Dan tidak semua yang benar, terasa nyaman untuk diterima. Buat kawanku gratis Premium ebook original.
Di zaman ketika keyakinan sering lebih lantang daripada pembuktian,
ketika perasaan lebih dipercaya daripada realita,
buku ini mengajak kita berhenti sejenak—
untuk berpikir ulang tentang apa yang selama ini kita anggap benar.
Saat Batin Mengklaim Kebenaran bukanlah buku yang menentang perasaan.
Ia justru menghormatinya.
Namun buku ini juga mengingatkan bahwa perasaan, sekuat apa pun,
tetap perlu diuji agar tidak menyesatkan.
Melalui refleksi tentang batin, sains, keyakinan, dan cara manusia memahami dunia,
buku ini mengajak pembaca untuk menapaki satu hal yang semakin langka:
kewarasan.
Bukan kewarasan yang dingin.
Bukan pula keyakinan yang membabi buta.
Melainkan kewarasan yang lahir dari keberanian untuk berkata:
“Aku merasa… tapi aku siap mengujinya.”
Jika kamu pernah merasa yakin, lalu ragu,
pernah percaya, lalu bertanya,
atau pernah sadar bahwa kebenaran tidak sesederhana yang terlihat—
buku ini ditulis untukmu.