Ngomong Santai tentang Rasa yang Sering Disalahpahami

Pernah nggak sih kamu ngerasa hidupmu berantakan… padahal yang terjadi cuma salah paham sama perasaan sendiri?
Sedikit kepicu, langsung reaktif.
Belum apa-apa, sudah capek duluan.
Bukan karena hidupmu rusak—
tapi karena kamu belum kenal cara kerja emosimu sendiri.
Buku ini ngajak kamu ngobrol santai tentang satu hal penting yang sering diabaikan:
lapisan emosi manusia.
Di sini kamu nggak akan diajak jadi orang “paling kuat”, nggak disuruh selalu positif,
dan nggak dipaksa cepat-cepat ikhlas.
Sebaliknya, kamu akan diajak:
- mengenali kenapa emosi muncul dari hal sepele
- memahami kenapa perasaan sering ribut sama logika
- tahu kapan harus diem, kapan harus mikir, dan kapan harus berhenti melawan
- berdamai dengan rasa tanpa mematikan diri sendiri
Dengan bahasa ringan, contoh sehari-hari, dan refleksi yang manusiawi, buku ini membantu kamu melihat bahwa emosi bukan musuh—
ia cuma bahasa batin yang selama ini jarang didengarkan.
Kalau kamu pernah merasa: “Kok hidup gue sering blunder gara-gara perasaan sendiri?”
Tenang. Kamu nggak sendirian. Dan kamu nggak rusak. Mungkin kamu cuma belum kenal lapisan emosimu.
Hei, kamu…
buku ini bukan buat bikin hidup sempurna.
Tapi biar kamu nggak terus berantem sama diri sendiri.